Kamis, 26 Desember 2019

TERNYATA TARI TOPENG BISA DIJADIKAN SARANA OLAHRAGA

0 komentar


Tari topeng merupakan jenis tari yang memiliki rangkaian gerak dan durasi waktu yang relatif lama. Atas dasar tersebut, maka penulis beranggapan bahwa tari topeng ini identink dengan olahraga. Gerakannya jelas, ada unsur lompat, jalan, kelincahan, dan daya tahan. Olahraga merupakan suatu aktifitas fisik yang memiliki berbagai tujuan, salah satu tujuannya adalah untuk meningkatkan derajat bugar. Olahraga berupa aktifitas fisik yang dikelola sedemikian rupa sehingga aktifitas tersebut memberikan pengaruh terhadap kebugaran. Prinsip-prinsip latihan harus dipegang teguh agar dampak dari aktifitas tersebut akan tercapai. Olahraga secara mendasar bertujuan untuk meningkatkan kebugaran setiap pelakunya, dan bahkan dijelaskan oleh pemerintah melalui Undang-Undang No. 3 Tahun 2005 menjelaskan bahwa: “Pembinaan dan pengembangan olahraga adalah usaha sadar yang dilakukan secara sistematis untuk mencapai tujuan keolahragaan”. 

Menurut Undang-Undang selanjutnya menerangkan bahwa: Tujuan keolahragaan yang dimaksud adalah memelihara dan meningkatkan esehatan dan kebugaran, prestasi, kualitas manusia, menanamkan nilai moral dan akhlak mulia, sportivitas, disiplin, mempererat dan membina persatuan dan kesatuan bangsa, memperkukuh ketahanan nasional, serta mengangkat harkat, martabat, dan kehormatan bangsa.

Bentuk-bentuk olahraga memiliki berbagai macam bentuknya. Bentuk massal, individu, menggunakan media musik dan tanpa musik, bola, dan bahkan menggunakan berbagai alat yang dapat mendukung terlaksananya tujuan yang ingin dicapai. Khusus berolahraga yang bertujuan meningkatkan derajat bugar yang sekarang sedang banyak orang dilakukan adalah seperti senam aerobik.

Senam aerobik mudah diterima dimasyarakat salah satu faktornya adalah dinamisnya gerakan, musik, dan juga cocok bagi semua tingkatan usia. Senam aerobik ini bila dikaji secara sederhana, penulis menganggap bahwa intinya terletak pada durasi waktu dan musik yang mengiringinya. Berkaitan dengan senam aerobik, penulis mencoba menganalisis lebih lanjut bentuk olahraga yang satu ini. Olahraga ini dilakukan dengan relatif lama durasi waktunya, dan juga diiringi dengan musik yang biasanya memiliki irama tertentu yang disesuaikan dengan gerakan yang akan dilakukannya. Gerakan yang disesuaikan dengan irama musik, merupakan intensitas dan volume latihan, sehingga inilah yang mampu mengatur sampai dimana derajat bugar yang ingin dicapai oleh setiap pelakunya (training zone). Karakteristik yang penulis ungkapkan di atas, penulis mencoba membandingkan dengan sebuah aktifias fisik yang mirip dengan senam aerobik. Aktifitas tersebut adalah tari topeng.

Penulis memperhatikan dan mencoba melakukan analisis gerakan tari topeng, dan ternyata dalam tarian itu mengandung unsur-unsur yang dapat meningkatkan kebugaran. Gerakan-gerakan yang ada dalam tari topeng mirip dengan senam aerobik yaitu memiliki hentakan, lompatan, berjalan, berlari, dan juga durasi waktu yang relatif lama. Atas dasar analisis penulis tersebut, penulis mencoba ingin mengetahui sebenarnya
hubungan antara tari topeng dengan olahraga yang dikaitkan dengan kemampuan kondisi fisik setiap penari topeng. Seorang penari topeng, pada saat menari harus bergerak dengan lincah dan luwes selama menari. Durasi waktu sekitar 30 menit sampai 60 menit. Gerakan yang dilakukan antara lain lari-lari kecil, berjalan, dan lompat. Seorang penari topeng dituntut untuk mampu berdiri selama melakukan tari. Konsentrasi penuh merupakan hal yang penting, karena selama waktu menari seorang penari topeng harus tetap konsisten menempatkan gerakan tubuh dengan musik yang mengiringinya. Program latihan meningkatkan kebugaran apabila tidak disenangi bentuknya, akan memberikan pengaruh kurangnya motivasi dalam melakukan program tersebut. Sebagus apapun programnya, tetapi apabila tidak disenangi maka hasilnya cenderung kurang optimal. Siswa sanggar tari Sunda Sawawa lebih menyenangi pada tari-tarian dari pada melakukan olahraga, tetapi siswa tersebut membutuhkan aktifitas untuk meningkatkan kebugarannya. Berdasarkan pada paparan tersebut maka penulis mencoba memberikan pengertian bahwa latihan tidak hanya dengan bentuk-bentuk olahraga saja, tetapi bisa dengan tari-tarian. Tarian pun bisa dijadikan media untuk meningkatkan kebugaran, tetapi agar lebih meyakinkan harus adanya pembuktian terlebih dahulu agar jelas tarian dapat meningkatkan kebugaran bagi setiap pelakunya.
dalam waktu lama, energi yang digunakan adalah glukogen otot dan lemak. Metabolisme yang terjadi lebih dominan pada proses pembakaran lemak dalam jumlah besar. Oleh karena waktu yang digunakan dalam aktivitas aerobik relatif lama, maka dibutuhkan daya tahan otot dan umum untuk mendukung aktivitas tersebut. Dalam olahraga yang dimaksud dengan daya tahan adalah kemampuan melawan kelelahan pada beban kerja otot yang berlangsung lama dan kemampuan untuk pulih kembali dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Mengenai daya tahan, Setiawan (1991:97) menyatakan, “Daya tahan adalah kemampuan seseorang untuk melakukan kerja dalam waktu yang relatif lama.” Kemudian Ateng (1992:66) menyatakan: “Daya tahan respirasi-cardiovascular mengacu pada kemampuan seseorang untuk meneruskan kontaksi (submaksimum) yang berlanjut lama, yang menggunakan sejumlah kelompok otot lengan dengan jangka waktu dan intensitas yang memerlukan dukungan peredaran dan pernapasan.” Sedangkan Harsono (1988:177) menjelaskan tentang daya tahan otot sebagai berikut: Daya tahan otot mengacu kepada suatu kelompok otot yang mampu untuk melakukan kontraksi yang berturut-turut (misalnya push-up atau sit-up), atau mampu mempertahankan suatu kontraksi statis untuk waktu yang lama (misalnya menggantung pada restok, menahan suatu beban dengan lengan lurus ke samping untuk waktu yang lama).
Olahraga adalah aktifitas fisik, dan bentuknya beragam. Tari-tarian adalah aktifitas fisik, sehingga tarian dapat dijadikan sebagai media untuk meningkatkan kebugaran. Intinya bahwa apapun bentuknya, apabila diprogram dengan benar maka kebugaran dapat tercapai. 

Giriwijoyo (2007:15) bahwa, “Dengan pengelolaan yang tepat, maka pengaruh olahraga bagi pemeliharaan dan pengembangan kesegaran jasmani, rohani dan sosial para pelakunya tidak pernah diragukan”. Kebiasaan olahraga atau pemanfaatan waktu luang melalui kegiatan olahraga mencerminkan adanya gaya hidup aktif dan sehat. Dari uraian tersebut di atas, Lutan (2000:10) menjelaskan bahwa: “Acuan utama adalah aktivitas yang dilakukan pada waktu senggang itu harus sehat dalam moral dan berpengaruh terhadap jasmani dan rohani, termasuk menghormati hak orang lain.” Atifitas fisik berupa tarian dapat dijadikan sebagai aktifitas waktu senggang yang menyehatkan. Setiap aktivitas olahraga, hendaknya lebih kreatif. Hal ini akan memberikan pengaruh positif terhadap motivasi.Program latihan yang diberikan harus berkesinambungan, peningkatan yang terukur, dan juga harus berpedoman pada prinsip-prinsip latihan. Irama musik sangat menentukan dalam memberikan motivasi kepada setiap anak didik dalam mengikuti aktivitas. 

0 komentar:

Posting Komentar