Kamis, 19 Desember 2019

SEKILAS SANGGAR SENI TARI

0 komentar


Kesenian tradisional mulanya menjadi media hiburan dan pendidikan bagi masyarakat pendukungnya. Pada sebagian kesenian tradisional yang tumbuh dan berkembang di Indonesia ada yang memiliki kekuatan magic atau supranatural. Seiring perkembangan zaman dengan masuknya media informasi, lambat laun budaya luar pun masuk ke Indonesia. Berbagai peralatan musik canggih dan kesenian dari luar pun tidak dapat dielakkan ikut menyemarakkan kesenian di Nusantara. Imbasnya keberadaan kesenian tradisional sebagian tersisih dan kehilangan pendukungnya. Namun demikian masih banyak kesenian tradisional yang tetap bertahan dan dapat bersaing dengan kesenian modern. Salah satu unsur pendukung yang dapat mempertahankan eksistensi kesenian tradisional adalah kepemilikan sanggar. Sanggar adalah suatu tempat atau sarana yang digunakan oleh suatu komunitas atau sekumpulan orang untuk melakukan suatu kegiatan. Selama ini suatu tempat dengan nama "sanggar" biasa digunakan untuk kegiatan sebagai berikut:  Sanggar ibadah: tempat untuk beribadah biasanya di halaman belakang rumah (tradisi masyarakat Jawa zaman dulu).  Sanggar Seni: tempat untuk belajar seni (lukis, tari, teater, musik, kriya/kerajinan dll).

Sanggar kerja: tempat untuk bertukar fikiran tentang suatu pekerjaan.  Sanggar Anak:  tempat untuk anak-anak belajar suatu hal tertentu di luar kegiatan sekolah, dll.  Selain sanggar Kursus juga merupakan salah satu lembaga pelatihan yang termasuk ke dalam jenis pendidikan nonformal, sehingga hal ini kadang menimbulkan kerancuan pemahaman tentang sanggar dan kursus, untuk membedakan hal tersebut dapat kita lihat dalam penjelasan di bawah ini ~Sanggar dan kursus adalah sama-sama merupakan lembaga pelatihan dan keduanya termasuk kedalam jenis pendidikan nonformal, tetapi antara sanggar dan kursus memiliki perbedaan, adapun perbedaan tersebut adalah:  Kursus biasanya hanya mencakup proses pembelajaran atau kegiatan belajar mengajar, sedangkan sanggar mencakup seluruh proses dari awal hingga akhir yaitu mencakup proses pengenalan (biasanya melalui workshop/pelatihan singkat),pembelajaran, penciptaan atau membuat karya, dan produksi. contoh: pembelajaran melukis, membuat karya lukis kemudian pameran, penjualan/pelelangan semua dilakukan di dalam sanggar. Untuk sertifikat sebagian besar sanggar biasanya tidak memberikan sertifikat, kecuali pada sanggar-sanggar tertentu yang memang memiliki program untuk memberikan sertifikat pada peserta didiknya.  Kursus biasanya menyelenggarakan kegiatan pembelajaran dalam waktu singkat (kursus menjahit, selama 3 bulan/ 50 jam) jadi pesrta pelatihan dalam lembaga kursus tersebut hanya menjadi anggota selama 3 bulan saja, setelah itu peserta mendapat sertifikat dan keanggotaan kursus berakhir, sedangkan pada sanggar seni memiliki masa keanggotaan lebih lama bahkan terkesan tidak ada batas waktu keanggotaan.

Sanggar mulanya sebagai wadah atau tempat untuk bernaungnya kesenian tradisional. Di tempat ini para pelaku seni berkumpul, berlatih, dan berdiskusi seputar kesenian yang mereka geluti. Sanggar ini pun bisa berfungsi sebagai tempat untuk mempersiapkan dan mengatur strategi. Sanggar adalah suatu tempat atau sarana yang digunakan oleh suatu komunitas atau sekumpulan orang untuk melakukan suatu kegiatan. Sanggar seni adalah tempat untuk belajar seni seperti seni lukis, seni tari, teater, seni musik, dan kriya/kerajinan1 . Selain itu sanggar merupakan salah satu lembaga pelatihan yang termasuk ke dalam jenis pendidikan nonformal. Biasanya sanggar mencakup seluruh proses dari awal hingga akhir yaitu mencakup proses pengenalan (melalui workshop/pelatihan singkat), pembela- jaran, penciptaan atau membuat karya, dan produksi. Misalnya pembelajaran melukis, membuat karya lukis kemudian pameran, penjualan/pelelangan semua dilakukan di dalam sanggar. Pada zaman yang semakin maju ini manusia berlomba-lomba dituntut kreatif menciptakan atau mengasah kemampuan yang ada pada dirinya sendiri, karena persaingan pada zaman yang semakin maju ini khususnya di bidang usaha sangat ketat.

Dengan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki manusia dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Menciptakan lapangan pekerjaan tidak hanya dalam bidang perdagangan saja, akan tetapi usaha membuka tempat pelatihan atau sanggar dapat dilaksanakan. Pelatihan tersebut dapat mencakup berbagai bidang diantaranya pelatihan seni tari, seni musik, seni kerajinan dan seni teater.  Pengertian "sanggar" di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah tempat untuk kegiatan seni (KBBI, 2008.hlm.1261). Dengan kata lain, istilah sanggar dapat diartikan sebagai sebuah tempat atau sarana yang digunakan oleh suatu komunitas atau sekelompok orang untuk berkegiatan seni seperti seni tari, seni lukis, seni kerajinan atau seni peran. Kegiatan yang ada dalam sebuah sanggar berupa kegiatan pembelajaran tentang seni, yang meliputi proses dari pembelajaran, penciptaan, hingga produksi. Semua proses hampir sebagian besar dilakukan di dalam sanggar (Gusti, 2008.artikel).

Menurut (Rusliana, 1990.hlm.13), sanggar adalah wadah kegiatan dalam membantu dan menunjang keberhasilan dan penguasaan dalam bidang pengetahuan dan keterampilan.  Sanggar seni adalah tempat atau wadah bagi manusia melakukan atau mempelajari suatu kesenian yang bertujuan untuk selalu menjaga kelestariannya di masyarakat. Dalam sanggar seni kita dapat mempelajari berbagai tarian, musik, vokal, teater, seni ukir, lukis, dan lain-lainnya (Amelia, 2013.hlm.7). Sanggar tari merupakan sebuah wadah bagi siapa saja untuk menuangkan ekspresinya, dalam hal seni yang diatur oleh sebuah sistem manajemen dari sanggar tari yang diikuti. Eksistensi sanggar sangat didukung oleh sistem manajemen dari sebuah sanggar tari.  Sanggar tari merupakan wadah untuk melakukan berbagai aktivitas seni tari bersama dengan para anggotanya, didalamnya meliputi kegiatan belajar mengajar tari, berkarya seni dan bertukar pikiran mengenai segala hal yang berhubungan dengan karya seni. Keberadaan sanggar tari salah satunya adalah untuk tetap mempertahankan tari-tari tradisi maupun tari klasik di samping mengembangkan bentuk-bentuk tari modern, tari kontemporer maupun tari kreasi baru. Masuknya budaya asing dapat dibendung dengan penanaman kecintaan pada kebudayaan milik bangsa, salah satunya dengan melakukan kegiatan berkesenian (Sakti, 2005.hlm.13).  Menurut Sedyawati, (1984.hlm.56), sanggar tari merupakan kegiatan yang berpangkal pada kekelompokkan. Sanggar tari lebih cenderung sebagai persiapan kegiatan professional, sehingga ada sasaran pementasan di dalam kegiatannya. Sanggar tari adalah suatu organisasi kesenian sebagai wadah atau tempat kegiatan latihan tari bagi masyarakat (Soedarsono, 1999.hlm.20). Sanggar seni termasuk ke dalam jenis pendidikan nonformal.

Sanggar seni biasanya didirikan secara mandiri atau perorangan, mengenai tempat dan fasilitas belajar dalam sanggar tergantung dari kondisi masing-masing sanggar ada yang kondisinya sangat terbatas namun ada juga yang memiliki fasilitas lengkap, selain itu sistem atau seluruh kegiatan yang terjadi dalam sanggar seni sangat fleksibel, seperti menyangkut prosedur administrasi, pengadaan sertifikat, pembelajaran yang menyangkut metode pembelajaran hingga evaluasi dll, mengikuti peraturan masing-masing sanggar seni, sehingga antara sanggar seni satu dengan lainnya memiliki peraturan yang belum tentu sama. Karena didirikan secara mandiri, sanggar seni biasanya berstatus swasta, dan untuk penyetaraan hasil pendidikannya harus melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah agar bisa setara dengan hasil pendidikan formal. Peranan sanggar dalam kesenian tradisional sebagai berikut: 1) Sanggar sebagai wadah atau tempat bernaung sejumlah seni budaya. 2) Sanggar sebagai media edukasi baik itu pendidikan dan latihan. 3) Sanggar sebagai media hiburan bagi masyarakat sekitar dan peminat seni. 4) Sanggar sebagai tempat mengatur strategi seputar seni yang digeluti. 5) Sanggar sebagai tempat berkumpul, bersilaturahmi, dan berdiskusi dalam rangka mempererat persaudaraan. Keberagaman seni dan budaya suatu daerah menjadi penarik bagi wisatawan dalam dan luar negeri untuk mengunjungi suatu wilayah.

Dalam perkembangannya, berbagai aspek dapat mempengaruhi maju mundurnya serta keberhasilan suatu daerah tersebut memelihara seni dan budaya tersebut agar tidak hilang ditelan zaman yang salah satunya keberadaan sanggar seni milik pemerintah kabupaten. Dengan adanya sanggar seni yang tersebar di beberapa desa di suatu daerah diharapkan semakin banyak anak-anak generasi penerus bangsa dapat menyalurkan hobby mereka di bidang seni. Dan secara tidak langsung mereka dapat melakukan pelestarian budaya daerah agar tidak punah.  Banyak anak-anak sejak usia dini sudah memiliki bakat di bidang seni. Bahkan mereka memiliki ketertarikan di bidang seni tradisional namun mereka bingung harus mengasah kemampuan mereka dimana. Maka dari itu penting adanya sanggar seni yang memiliki guru-guru seni yang dapat melatih anak-anak sejak dini dalam berlatih dan mengasah kamampuan mereka dan mampu bersaing dengan seniman-seniman lainnya.  


Sumber: Hadie, Rakhmasari, Helda. Pengelolaan Seni Di Bale Seni Ciwasiat Pandeglang Banten.
                                              2015. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar