Kamis, 19 Desember 2019

TARI TOPENG SEBAGAI DAYA TARI WISATA DI CIREBON

0 komentar

Kota Cirebon merupakan salah satu daerah di propinsi Jawa Barat yang terletak pada 6°41′LU 108°33′BT pantai Utara Pulau Jawa, bagian Timur Jawa Barat, dengan jarak 130 km dari arah Kota Bandung. Kota ini terletak pada lokasi yang strategis dan menjadi simpul pergerakan transportasi antara Jawa Barat dan Jawa Tengah. Letaknya yang berada di wilayah pantai menjadikan Kota Cirebon memiliki wilayah dataran yang lebih luas dibandingkan dengan wilayah perbukitannya. Luas Kota Cirebon adalah 37,54 km2 dengan dominasi penggunaan lahan untuk perumahan (32%) dan tanah pertanian (38%). Wilayah Kota Cirebon sebelah Utara dibatasi oleh Sungai Kedung Pane, sebelah Barat dibatasi Sungai Banjir Kanal, Kabupaten Cirebon, sebelah Selatan dibatasi Sungai Kalijaga, dan sebelah Timur dibatasi oleh Laut Jawa.

Kota beriklim tropis ini dikenal dengan julukan-julukan “Kota Udang”, “Kota Sultan” dan “Kota Wali”. Selain itu kota Cirebon disebut juga sebagai Caruban Nagari (penanda gunung Ceremai) dan Grage (Negeri Gede dalam bahasa Cirebon berarti kerajaan yang luas). Sebagai daerah pertemuan budaya antara Suku Jawa, Suku Sunda, Bangsa Arab, Bangsa China dan para pendatang dari Eropa sejak beberapa abad silam, sehingga masyarakat Cirebon dalam berbahasa biasa menyerap kosakata bahasa-bahasa tersebut ke dalam bahasa Cirebon. Pada akhir tahun 2013, kota Cirebon berpenduduk sebanyak 369.355 jiwa.  Sebagai salah satu tujuan wisata di Jawa Barat, Kota Cirebon menawarkan banyak pesona mulai dari wisata sejarah tentang kejayaan kerajaan Islam, kisah para wali, Komplek Makam Sunan Gunung Jati di Gunung Sembung, Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Masjid At-Taqwa, kelenteng kuno, dan bangunan- bangunan peninggalan zaman Belanda. Kota ini juga menyediakan bermacam kuliner khas Cirebon, dan terdapat sentra kerajinan rotan serta batik. Yang paling dikenal pula, bahwa di Kota ini terdapat keraton yang berlokasi di dalam kota, yakni Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman yang semuanya memiliki arsitektur gabungan dari elemen kebudayaan Islam, Cina, dan Belanda.

Kebudayaan yang melekat pada masyarakat Kota Cirebon merupakan perpaduan berbagai budaya yang datang dan membentuk ciri khas tersendiri. Hal ini dapat dilihat dari beberapa pertunjukan khas masyarakat Cirebon antara lain Tarling, Tari Topeng Cirebon, Sintren, Kesenian Gembyung dan Sandiwara Cirebonan. Kota ini juga memiliki beberapa kerajinan tangan di antaranya Topeng Cirebon, Lukisan Kaca, Bunga Rotan dan Batik.  Target kunjungan wisatawan di Kota Cirebon pada tahun 2013 dan 2014 belum tercapai dengan maksimal sehingga Pemerintah Kota Cirebon terus berupaya untuk mengembangkan berbagai potensi wisata yang dimiliki agar menjadi daya tarik wisata di Kota Cirebon.  Sektor pariwisata sebagai sektor strategis telah mampu menunjukkan kinerjanya sebagai sektor yang semakin prospektif dan handal dalam menopang pembangunan perekonomian daerah maupun nasional. Bahkan saat ini, industri pariwista di Indonesia dapat dikatakan sedang memasuki era baru yang berskala besar dan global. Di dalam masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), Pemerintah juga telah menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan. Sumber : (www.wisata-indonesia.com)  Pada tahun 2014, kontribusi pariwisata terhadap perekonomian (PDB) nasional mencapai sebesar 4,01% dan devisa yang dihasilkan oleh pariwisata sebesar 10,69 miliar dolar Amerika Serikat.

Sektor pariwisata mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 10,3 juta orang. Perkembangan yang semakin baik ini membuat Pemerintah Indonesia menargetkan mampu mencapai 20 juta Wisman pada 2019 dengan memantapkan kekuatan pariwisata Indonesia pada tiga unsur yakni nature (alam), culture(budaya), dan manmade (hasil kerajinan). Sumber: (www.nasional.republika.co.id)  Setiap daerah di Indonesia memiliki potensi pariwisata yang khas dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan domestik maupun turis mancanegara untuk datang berkunjung. Begitu pula halnya dengan salah satu daerah yang ada di Provinsi Jawa Barat, yaitu Kota Cirebon.

Kota Cirebon telah menjadi salah satu daerah tujuan wisata di Indonesia yang memiliki keanekaragaman baik yang bersifat potensi pariwisata maupun objek dan daya tarik wisata meliputi wisata alam, seni budaya maupun usaha-usaha pariwisata yang menarik. Hal ini tampak dari adanya peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Cirebon.  Berdasarkan Rencana Program, Kegiatan dan Indikator Kinerja Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporbudpar) Kota Cirebon Tahun 2015-2018, di mana pada tahun 2016 ditargetkan jumlah kunjungan wisatawan baik Wisman maupun Wisnus ke Kota Cirebon sebanyak 581.000 orang, tahun 2017 sebanyak 610.000 orang, dan pada tahun 2018 sebanyak 640.000 orang.

Upaya untuk pencapaian tersebut di antaranya dengan melakukan program pengembangan destinasi pariwisata, pengembangan obyek pariwisata unggulan, pembangunan sarana dan prasarana pariwisata, serta pengembangan pemasaran pariwisata kota Cirebon.  Target kunjungan wisatawan ke kota Cirebon sebagaimana di atas sangat mungkin untuk dicapai mengingat kekayaan potensi wisata di Kota Cirebon terutama potensi seni dan budayanya. Kekayaan potensi seni dan budaya Cirebon ini harus menjadi magnet Cirebon untuk menggaet wisatawan terutama wisatawan mancanegara. Salah satu kekayaan potensi seni yang ada di Kota Cirebon tersebut adalah tari Topeng Cirebon.  Tari Topeng Cirebon adalah salah satu tarian yang berada di wilayah kesultanan Cirebon.

Tari Topeng Cirebon merupakan kesenian asli daerah Cirebon, termasuk Subang, Indramayu, Jatibarang, Majalengka, Losari dan Brebes. Disebut tari topeng karena pada saat menari, penarinya menggunakan topeng. Pada pementasan, penarinya disebut sebagai dalang dikarenakan mereka memainkan karakter dari topeng-topeng yang digunakannya. Tari topeng ini sendiri banyak sekali ragamnya dan mengalami perkembangan dalam hal gerakan, maupun cerita yang ingin disampaikan. Tari topeng dapat dimainkan oleh satu penari tarian solo dan bisa juga dimainkan oleh beberapa orang sekaligus. Sumber: (http://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Topeng_Cirebon)  Tari Topeng Cirebon memiliki beberapa gaya tarian yang telah diakui secara adat gaya-gaya ini berasal dari desa-desa asli tempat di mana tari Topeng Cirebon lahir dan juga dari desa lainnya yang menciptakan gaya baru yang secara adat telah diakui lepas dari gaya lainnya. Pada pementasannya, tari Topeng Cirebon menggunakan musik pengiring Bajidoran yang merupakan seni khas kebudayaan Sunda di Kabupaten Subang dan Kabupaten Karawang. Penari tari Topeng Cirebon tidak hanya seniman pria saja, tetapi juga wanita dan sampai sekarang kesenian ini masih eksis dipelajari di sanggar-sanggar tari yang ada, serta masih sering dipentaskan pada acara-acara resmi daerah, ataupun pada momen tradisional daerah lainnya, juga digunakan dalam acara penyambutan- penyambutan wisatawan atas permintaan jasa perjalanan wisata yang memandunya.

Sebagai maskot kesenian Kota Cirebon, seharusnya tari Topeng Cirebon dapat berperan penting dalam menarik wisatawan untuk datang, karena tidak jarang ada wisatawan yang sengaja melakukan perjalanan untuk melihat, mengenal, bahkan mendalami suatu kesenian di daerah wisata tujuannya. Adapula wisatawan yang datang selain untuk menikmati objek-objek wisata alam daerah tersebut, juga melakukan sesuatu kegiatan untuk mendapatkan pengalaman yang berharga bagi pengembangan dirinya, antara lain dengan belajar suatu seni budaya di daerah tempat wisatanya.

Pariwisata menurut daya tariknya dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) bagian, yaitu daya tarik alam, daya tarik budaya, dan daya tarik minat khusus. Peneliti melihat peminat dan juga penikmat dari tari Topeng Cirebon yang masih cukup banyak khususnya di Kota Cirebon, bahkan tidak sedikit para Wisnus yang ingin melihat dan mempelajari tari Topeng Cirebon. Maka dari itu, potensi tari Topeng Cirebon dapat dijadikan sebagai salah satu alasan para wisatawan untuk berkunjung ke Kota Cirebon, bahkan bisa menjadi daya tarik wisata yang mampu menarik banyak wisatawan untuk berkunjung ke Cirebon, baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara, sehingga mendukung pencapaian target kunjungan wisatawan yang telah direncanakan oleh pemerintah Kota Cirebon.    
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Cirebon
               Amrullah, Anwar. Analisis Potensi Tari Topeng Sebagai Daya Tarik Wisata Di Kota
              Cirebon. 2015. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

0 komentar:

Posting Komentar